Jakarta (KABARIN) - Penjaga gawang sekaligus kapten tim nasional Italia Gianluigi Donnarumma mengaku menangis usai skuad Azzurri kembali gagal lolos ke Piala Dunia setelah kalah dari Bosnia Herzegovina.
"Setelah pertandingan, saya menangis. Saya menangis karena kekecewaan tidak bisa membawa Italia ke tempat yang seharusnya," kata Gianluigi Donnarumma dikutip dari ESPN di Jakarta, Kamis.
Kekalahan melalui adu penalti di babak playoff tersebut memperpanjang catatan kelam Italia yang kini resmi absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi peraih empat gelar juara dunia tersebut setelah kalah dari tim peringkat 66 dunia.
Donnarumma, yang kini memperkuat klub Manchester City, tercatat telah membela timnas senior sejak usia 17 tahun pada 2016. Namun, hingga saat ini, kiper andalan Italia tersebut belum pernah merasakan atmosfer bertanding di turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Pemain bernomor punggung satu itu menjelaskan bahwa kesedihan mendalam tidak hanya dirasakan oleh dirinya, melainkan seluruh anggota tim dan para pendukung. Ia menegaskan rasa bangganya memimpin skuad Azzurri meskipun hasil akhir tidak sesuai dengan harapan publik.
"Saya menangis karena kesedihan yang sangat besar yang saya rasakan, bersama seluruh tim Azzurri, yang saya banggakan sebagai kapten," tutur Donnarumma.
Dalam laga penentuan tersebut, Donnarumma tidak berhasil menghalau satu pun tendangan penalti dari eksekutor Bosnia dan Herzegovina. Sebaliknya, dua pemain Italia gagal menjalankan tugasnya dalam drama adu penalti yang berujung pada kegagalan tragis tersebut.
Media nasional Italia memberikan sorotan tajam terhadap kegagalan ini mengingat status Italia sebagai kekuatan tradisional sepak bola Eropa. Meski demikian, Donnarumma mengajak rekan-rekan setimnya untuk segera bangkit dari keterpurukan dan memperbaiki mentalitas tim.
Kapten timnas Italia itu menekankan pentingnya menemukan keberanian untuk memulai lembaran baru demi masa depan sepak bola Italia. Menurutnya, dibutuhkan kekuatan dan semangat besar untuk memulihkan kepercayaan diri tim di kancah internasional.
"Kita harus menemukan keberanian untuk membalik halaman sekali lagi. Dan untuk melakukannya dibutuhkan kekuatan, semangat, dan keyakinan," pungkas Donnarumma.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026